Analog Clock

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Cari Blog Ini

Memuat...

foto

foto
debat bahasa Arab tingkat Asean

Rabu, 05 Mei 2010

METODE PENELITIAN DESKRIPTEF

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Banyak jenis penelitian yang termasuk sebagai penelitian deskriptif. Setiap ahli penelitian sering berselisih pendapat dalam memberikan infomasi tentang metode pengertian deskriptif. Perbedaan itu biasanya dipengaruhi oleh pandangan dan pengetahuan yang menjadi latar belakang para ahli tersebut
Metode penelitian deskriptif merupakan metode yang banyak digunakan dikembangkan dalam penelitian ilmu-ilmu social, karena memang kebanyakan penelitian sosial adalah bersifat deskriptif (Soejono,Abdurrahman, 1997:19), walaupun jenis penelitian ini juga digunakan dalam penelitian ilmu eksata.
Masih banyak orang yang belum memahami tentang metode deskriptif, baik itu ciri-cirinya, jenis-jenisnya, langkah-langkah metodenya, kriterianya maupun bagaimana cara mendapatkan informasi metode ini. Hal ini ternyata juga banyak dialami oleh kalangan mahasiswa sendiri dimana mereka suatu saat nanti dituntut untuk mampu dalam memahami dan menerapkan berbagai metode penelitian yang ada.
Berdasarkan pada keadaan yang ada, maka pada makalah kali ini akan membahas tentang metode penelitian deskriptif, yang diharapkan agar setelah mempelajari makalah ini para siswa dapat memahami tentang metode deskriptif serta apa yang ada di dalamnya.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang di atas, maka pembahasan dalam makalah ini akan difokuskan pada masalah-masalah sebagai berikut.
1. Bagaimana ciri-ciri, jenis dan langkah-langkah dalam metode penelitian deskriptif?
2. Apa saja kriteria pokok metode penelitian deskriptif?
3. Bagaimana hubungan dan perbedaan antara metode deskriptif dan metode survei?
4. Apa saja cara yang digunakan untuk memperoleh suatu informasi deskriptif?

1.3 Tujuan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka pembahasan dalam makalah ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui ciri-ciri, jenis dan langkah-langkah dalam metode penelitian deskriptif.
2. Mengetahui apa saja kriteria pokok metode penelitian deskriptif.
3. Mengetahui hubungan dan perbedaan antara metode deskriptif dan metode survei.
4. Mengetahui cara-cara dalam memperoleh suatu informasi deskriptif.





















BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Ciri-Ciri, Jenis, dan Langkah-Langkah Metode Penelitian Deskriptif
a. Ciri-ciri metode penelitian deskriptif,
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai ciri-ciri metode penelitian deskriptif, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu pengertian daripada metode deskriptif .
Terdapat banyak pendapat mengenai pengertian daripada metode penelitian deskriptif, diantaranya adalah sebagai berikut:
Menurut Sumadi Suryabrata, secara harfiah, penelitian deskriptif adalah penelitian yang bermaksud untuk membuat pencandraan (deskripsi) mengenai situasi-situasi atau kejadian-kejadian. Dalam arti penelitian deskriptif adalah akumulasi data dasar dalam cara deskriptif semata-mata, tidak perlu mencari atau menerangkan saling hubungan, mentes hipotetis, membuat ramalan atau mendapatkan makna dan implikasi, walaupun penelitian yang bertujuan untuk menemukan hal-hal tersebut dapat mencakup juga metode-metode deskriptif.
Menurut Whitney (1960), metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat.penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tatacara yang berlaku salam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan kegiatan, sikap, pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh dari suatu fenomena.
Penelitian deskriptif adalah metode penelitian yang berusaha menggambarkan objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya (Best, 1982:119).
Pengertian lain dikemukakan oleh Vredenbergt, ia mengatakan, bahwa dalam tipe penelitian ini diusahakan untuik memberikan suatu uraian yang deskriptif mengenai suatu jolektifitas dengan syarat bahwa representativitas harus terjamin. Kalau kolektifitas tersebut besar, maka peneliti mendasarkan diri pada suatu sampel yang a-selective. Tujuan utama dari penelitian yang deskriptif adalah melukiskan realitas sosial yang kompleks sedemikian rupa sehingga relevansi sosiologis atau antropologis dapat ditangkap (Vredenbergt, 1978:32).
Dari berbagai macam pendapat tentang pengertian dari penelitian deskriptif diatas dapat kita simpulkan bahwa sesungguhnya penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang paling dasar. Ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena yang bersifat alamiah, atau rekayasa manusia, dimana penelitian ini mengkaji bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan dan perbedaan dengan fenomena lain.
Setelah mengetahui pengertian daripada metode deskriptif, maka ciri-ciri yang dapat kita peroleh daripada metode ini adalah sebagai berikut:
1. Penelitian deskriptif cenderung menggambarkan suatu fenomena apa adanya dengan cara menelaah secara teratur dan ketat, mengutamakan obyektivitas, dan dilakukan secara cermat.
2. Tidak adanya perlakuan yang diberikan atau dikendalikan.
3. Tidak adanya uji hipotesis.
4. Membuat pencandraan mengenai situasi atau kejadian
5. Mencakup segala bentuk penelitian kecuali penelitian historis dan eksperimental
6. Sering disebut sebagai penelitian survey, karena bertujuan untuk:
a. mencari informasi factual yang mendetail dan mencandra gejala yang ada
b. mengidentifikasi masalah-masalah atau untuk mendapatkan jasifikasi keadaan dan praktik-praktik yang sedang berlangsung.
c. membuat komparasi dan evaluasi
d. mengetahui apa yang dikerjakan orang lain dalam menangani masalah atau situasi yang sama.
Sedangkan menurut Hadari Nawawi, metode penelitian deskriptif ini mempunyai dua ciri pokok, yaitu:
1. Memusatkan perhatian pada masalah-masalah yang ada pada saat penelitian dilakukan(saat sekarang) atau masalah-masalah yang bersifat aktual.
2. Menggambarkan fakta-fakta tentang masalah yang diselidiki sebagaimana adanya didiringi dengan interpretasi rasional (Hadari Nawawi, 1983:64).
Dari ciri-ciri yang ada di atas , ciri yang paling menonjol dari penelitian deskriptif adalah: Secara harfiah, penelitian deskriptif adalah penelitian yang bermaksud untuk membuat pencandaan (deskripsi) mengenai situasi atau kejadian

b. Jenis metode penelitian deskriptif
Terdapat beberapa variasi dan jenis dalam penelitian deskriptif diantaranya yaitu:
1. Studi perkembangan
Penelitian deskriptif, bisa mendeskripsikan sesuatu keadaan saja dan juga dapat mendeskripsikan keadaan dalam tahapan – tahapan perkembangannya. Dalam penelitian ini yang dikaji adalah perubahan-perubahan atau kemajuan-kemajuan yang dicapai oleh seseorang, suatu organisme, lembaga, organisasi ataupun kelompok masyarakat tertentu. Contoh dari kajian ini adalah perkembangan kemampuan berpikir anak pada tahap atau masa bayi, anak kecil, anak sekolah, remaja, dewasa.
Ada dua macam penelitian perkembangan, yaitu perkembangan longitudinal atau jangka panjang, yaitu meneliti perkembangan sustu aspek atau hal dalam seluruh periode waktu atau dalam tahapan perkembangan yang cukup panjang, misalnya kemempuan berbicara dari masa bayi sampai akhir usia remaja. Sedangkan yang kedua adalah perkembangan dalam tahapan tertentu atau jangka pendek, yaitu penelitian dalam satu tahapan yang hanya meneliti perkembangan dalam tahapan-tahapan tertentu saja, misalnya kemampuan bicara hanya pada tahap masa bayi saja atau masa kecil saja.

2. Studi kasus
Studi kasus (case study) merupakan metode untuk menghimpun dan menganalisis data yang berkenaan dengan suatu kasus. Studi kasus banyak dilakukan dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling.

3. Studi kemasyarakatan
Studi kemasyarakatan (community study) merupakan kajian intensif yang dilakukan terhadap suatu kelompok masyarakat yang tinggal bersama di suatu daerah yang mempunyai ikatan dan karakteristik tertentu. Ikan dan karakteristik tersebut mungkin berkenaan dengan sejarah, budaya, tradisi, agama, kepercayaan, iklan dan sumber daya alam, kegiatan ekonomi dan lain-lain.
Studi kemasyarakatn dapat dilakukan terhadap kelompok nelayan yang hidup diatas perahu, seperti yang ada pada masyarakat Bajo di Sulawesi, hal ini juga dapat dilakukan pada masyarakat buruh perkebunan seperti yang ada di Deli Serdang, masyarakat Badui di Banten selatan dan lain sebagainya.

4. Studi perbandingan
Studi perbandingan (comparative studya atau causal comparative study) merupakan bentuk penelitian deskriptif yang membandingkan dua atau lebih dari dua situasi, kejadian, kegiatan, program, dan lain sebagainya yang sejenis atau hampir sama. Dalam studi ini yang perlu diperbandingkan adalah semua unsur atau komponennya. Pembagian kegiatan umpamanya meliputi dasar, tujuan, lingkup, langkah-langkah kegiatan, organisasi, pelaksana, sarana dan alat, biaya, pengelolahan, sampai dengan hasil. Analisis diarahkan pada menemukan persamaan dan perbedaan dalam perencanaan.
Kalau yang diperbandingkan situasi atau kejadian, unsur-unsur atau komponen yang dianalisis sedikit berbeda, umpamanya meliputi deskripsi situasi atau kronologis kejadian.

5. Studi hubungan
Studi hubungan (associational study), disebut juga studi korelasional, meneliti hubungan antara dua hal, dua variabel atau lebih. Hubungan dalam studi hubungan berbeda dengan dalam penelitian eksperimental. Dalam studi eksperimental hubungan tersebut menunjukkan hubungan sebab akibat, dalam studi hubungan hanya menunjukkan asosiasi atau hubungan kesejajaran. Koefisien korelasi yang signefikan atau yang berarti antara tinggi dengan berat badan menunjukkan adanya asosiasi antara tinggi dnegan berat badan, makin tinggi badan juga makin berat badannya, begitu pun sebalikknya. Tidak berarti tinggi badn mempengaruhi perat badan.

6. Studi waktu dan gerak
Studi waktu dan gerak ( time and motion study) ditujukan untuk meneliti atau menguji jumlah waktu dan banyaknya gerakan yang diperlukan untuk melakukan suatu kegiatan atau proses. Tujuan dari pengukuran dan analisis data adalah menemukan jumlah waktu dan gerakan minimal. Stuidi waktu dan gerak banyak digunakan di dalam industri atau pabrik untukmengukur waktu dan gerak penggunaan mesin alat-alat produksi.

7. Studi kecendrungan
Studi kecendrungan (trend study) merupakan penelitian deskriptif yang cukup menarik. Studi ini diarahkan untuk melihat kecendrungan perkembangan. Kecendrungan perkembangan dibuat berdasarkan pertimbangan dat longitudinal yang ada. Dari data yang lalu, data yang ada saat ini dan perkiraan data yang ada pada masa mendatang. Diantara permasalahan yang diprediksi berdasarkan pada studi kecendrungan adalah prediksi tentang pertambahan penduduk, perkembangan ekonomi, penadapatan perkapita, kerusakan hutan, peningkatan polusi dan lain-lain.
8. Studi tindak lanjut
Studi tindak lanjut (follow up study) merupakan pengumpulan dan analisis data terhadap para lulusan atau orang-orang yang telah menyelesaiakan suatu program pendidikan, latihan atau pembinaan. Studi ditujukan untuk mengetahui kegiatan dan perkembangan mereka setelah mereka keluar dari institusi pendidikan.

9. Analisis kegiatan
Analisis kegiatan (activity analysis) diarahkan untuk menganalisis kegiatan yang dilakukan pada pelaksanaan suatu tugas atau pekerjaan, dalam bidang industri, bisnis, pemerintahan, lembaga sosial dan lain-lain, baik berkenaan dengan produksi maupun pemberian jasa dan layanan.
Hasil hasil analisis kegiatan dapat digunakan untuk berbagai tujuan :
1. menyusun standar kegiatan atau standar kerja untuk suatu jabatan, tugas atau posisi.
2. menyusun program pendidikan atau pelatihan untuk suatu bidang pekerjaan atau tugas tertentu.
3. menyususn program dan kegiatan bagi pembinaan personalia termasuk program pelatihan dalam jabatan.
4. menghimpun data bagi penmentuan besarnya gaji dan honorarium.

10. Analisis isi atau dokumen
Analisis isi atau dokumen (content or document analysis) ditujukan untuk menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen resmi, yang valid dan keabsahannya terjamin baik dokumen perundangan dan kebijakan maupun hasil-hasil penelitian

11. Penelitian laporan diri (Self-Report Research)
Dalam penelitian self-report, informasi dikumpulkan oleh orang tersebut yang juga berfungsi sebagai peneliti. Peneliti dianjurkan menggunakan teknik observasi secara langsung, yaitu individu yang diteliti dikunjungi dan dilihat kegiatannya dalam situasi yang alami. Peneliti dianjurkan menggunakan peralatan seperti kamera, catatan, dan rekaman.

12. Studi sosiometrik (Sociometric Study)
Yang dimaksud dengan sosiometrik adalah analisis hubungan antar pribadi dalam suatu kelompok individu. Hal ini untuk mengetahui apakah seseorang itu diterima atau ditolak.
Prinsip teori studi sosiometrik pada dasarnya adalah menanyakan pada masing-masing anggota kelompok yang diteliti untuk menentukan dengan siapa dia paling suka, untuk bekerjasama denngan kegiatan kelompok.
Contoh yang paling banyak menggunakan studi sosiometrik adalah pada bidang pendidikan, misalnya pemimpin formal, pemimpin dalam lembaga pendidikan atau posisi seseorang dalam kelompoknya dengan variabel lain dalam kegiatan pendidikan.


13. Penelitian korelasi
Penelitian yang dirancang untuk menentukan tingkat hubungan fariabel-fariabel yang berbeda dalam suatu populasi disebut penelitian korelasi. Melalui penelitian tersebut kita dapat memastikan berapa besar yang disebabkan oleh satu fariabel dalam hubungannya dengan variasi yang disebabkan oleh variabel lain. Kita menggunakan pengukuran korelasi untuk menentukan besarnya arah hubunga. Dalam penelitian korelasi ini kita mengumpulkan dua atau lebih perangkat nilai dari sebuah sampel peserta, lalu kita menghitung hubungan antara perangkat-perangkat tersebut.(sevila, 1981: 73-87).

c. Langkah-langkah metode penelitian deskriptif
Dalam melakukan sebuah penelitian yang menggunakan metode deskriptif, maka langkah-langkah umum yang sering diikuti adalah sebagai berikut:
1. Memilih dan merummuskan masalah yang menghendaki konsepsi ada kegunaan masalah tersebut serta dapat diselidiki dengan sumber yang ada.
2. Menentukan tujuan dari penelitian yang akan dikerjakan. Tujuan dari penelitian harus konsisten dengan rumusan dan definisi dari masalah.
3. Memberikan imitasi atau sejauh mana penelitian deskriptif tersebut akan dilaksanakan.
4. Pada bidang ilmu yang telah mempunyai teori-teori yang kuat, maka perlu dirumuskan perangkat teori yang kemudian diturunkan dalam bentuk hipotesis untuk di verifikasikan.
5. Menelusuri sumber-sumber kepustakaan yang ada hubungannya dengan masalah yang ingin dipecahkan.
6. Merumuskan hipotesis yang ingin diuji, baik secara eksplisit maupun secara implisit.
7. Melakukan kerja lapangan untuk mengumpulkan data, gunakan tehnik pengumpulan data yang cocok untuk penelitian.
8. Membuat tabulasi serta analisis statistik dilakukan terhadap data yang telah dikumpulkan. Kurangi penggunaan statistik sampai pada batas yang dapat dikerjakan dengan unit-unit pengukuran yang sepadan.
9. Memberikan interpretasi dari hasil dalam hubungannya dengan konisi sosial yang ingin diselidiki serta dari data yang diperoleh srta referensi khas terhadap masalah yang ingin dipecahkan.
10. Mengadakan generalisasi serta deduksi dari penemuan serta hipotesis yang ingin diuji. Berikan rekomendasi untuk kebijakan yang dapat ditarik dari penelitian.
11. Membuat laporan penelitian dengan cara ilmiah. (nazir, 2005: 62-63).

2.2 Kriteria Pokok Metode Deskriptif
Metode deskriptif mempunyai beberapa kriteria pokok, yang dapat dibagi atas kriteria umum dan kriteria khusus. Kriteria tersebut adalah:
1. Kriteria umum
Kriteria umum dari penelitian dengan metode deskriptif adalah sebagai berikut:
a. Masalah yang dirumuskan harus patut, ada niali ilmiah serta tidak terlalu luas.
b. Tujuan penelitian harus dinyatakan dengan tegas dan tidak terlalu umum.
c. Data yang digumakan harus fakta yang terpercaya dan bukan merupakan opini.
d. Standar yang digunakan untuk membuat perbandingan harus mempunyai validitas.
e. Harus ada deskripsi yang terang tentang tempat serta waktu penelitian dilakukan.
f. Hasil penelitian harus berisi secara detai yang digunakan, baik dalam mengumpulkan data serta studi kepustakaan yang dilakukan.

2. Kriteria khusus
Kriteria khusus dari metode deskriptif adalah sebagai berikut:
a. Prinsip-prinsip ataupun data yang digunakan dinyatakan dalam nilai.
b. Fakta ataupun prinsip yang digunakan adalah mengenai masalah setatus.
c. Sifat penelitian adalah expost fakto karena itu tidak ada kontrol terhadap fariabel, dan penelitan tidak mengadakan pengaturan atau manipulasi terhadap fariabel.(nazir, 2005: 61-62).

2.3 Hubungan dan Perbedaan Antara Metode Deskriptif dan Metode Survei
Diantara para ahli dan penulis buku penelitian, terdapat perbedaan pendapat tentang metode deskriptif terutama dalam hubungannya dengan metode survei. Ada yang memandang sama dan ada juga yang membedakannya. Mereka yang memandang sama ada yang lebih suka menggunakan metode deskriptif, tetapi ada juga yang lebih suka menggunakan metode survei. Diantara yang membedakan ada yang memandang metode deskriptif lebih luas dan beranggapan bahwa metode survei merupakan bagian dari metode deskriptif, begitu pun sebaliknya ada yang memandang bahwa metode survei lebih luas dan menganggap bahwa metode deskriptif merupakan bagian dari metode survei.
Para ahli mengartikan penelitian deskriptif lebih luas dengan istilah penelitian survai, yang bertujuan untuk:
a. Mencari informasi faktual yang m,endetail yang mencandra gejala yang ada.
b. Mengidentifikasi masalah-masalah atau untuk mendapatkan justifikasi keadaan dan praktek-praktek yang sedang berlangsung.
c. Membuat komparasi dan evalusi.
Mengetahui apa yang dikerjakan oleh orang-orang lain dalam menangani masalah atau situasi yang sama agar dapat belajar dari mereka untuk kepentingan pembuatan rencana dan pengambilan keputusan dimasa depan
Prof. Dr. Nana Syaodih Sukmadinata setuju bahwa metode deskriptif lebih luas dari metode survei dengan alasan:
1. Deskripsi atau penggambaran apa adanya merupakan hal yang alamiah dan sesuai dengan kenyataan kehidupan, manusia hidup apa adanya. Manusia selalu ingin merasa tahu dan menginginkan gambaran yang lebih jelas dan rinci dari keadaan yang ada.
2. Penelitian deskriptif mempunyai makna yang lebih luas, mencakup deskriptif kuantitatif dan kualitatif.
3. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang paling dasar dari penelitian-penelitian noneksperimental.
4. Bagi para peneliti pemula lebih cocok memulai pengembangan kemampuan penelitiannya dengan penelitian deskriptif. .

2.4 Cara Untuk Memperoleh Informasi Deskriptif:
Berikut ini adalah menguraikan beberapa cara untuk memperoleh suatu informasi deskriptif:
1. Metode yang paling umum digunakan, misalnya didalam pengumpulan data yang berhubungan dengan sikap dan pendapat dari suatu kelompok orang, dengan meminta mereka untuk memberikan informasi penting.
2. Cara kedua dalam mengumpulkan informasi deskriptif adalah melalui pengamatan. Salah satu ciri penting dalam metode ini adalah komunikasi langsung antara peneliti dengan responden yang dipilih untuk diselidiki.
3. Cara ketiga kita dapat memperoleh informasi deskriptif adalah dengan menggunakan alat-alat atau instrument survey deskriptif untuk melakukan pengukuran pada responden yang telah diketahui didalam penyelidikan. Suatu penelitian yang menetapkan patokan-patokan yang lain disebur survey normatif.
Adapun contoh-contoh penelitian macam ini adalah:
a. Survai mengenai pendapat umum untuk menilai sikap para pemilih terhadap rencana perubahan tahun pelajaran.
b. Survai dalam suatu daerah mengenai kebutuhan akan pendidikan keterampilan.
c. Studi mengenai kebutuhan tenaga kerja akademik pada suatu kurun waktu tertentu.
d. Penelitian mengenai taraf serap pelajar-pelajar SMU.











BAB III
KESIMPULAN


3.1 Simpulan
Sebagaima yang sudah dipaparkan di atas bahwasanya pada metode penelitian deskriptif ini merupakan metode yang banyak digunakan dalam penelitian ilmu-ilmu sosial, dimana metode ini digunakan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena yang bersifat alamiah, atau rekayasa manusia, yang mengkaji bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan dan perbedaan dengan fenomena lain.
Metode deskriptif mempunyai banyak ciri-ciri, namun ciri yang paling menonjol adalah bahwa penelitian deskriptif adalah penelitian yang bermaksud untuk membuat pencandaan (deskripsi) mengenai situasi atau kejadian. Namun dalam pengertian metode penelitian yang lebih luas, penelitian deskriptif mencakup metode penelitian yang lebih luas diluar metode sejarah dan eksperimental, dan secara lebih umum sering diberi nama metode survei.
Terdapat beberapa jenis dalam metode deskriptif diantaranya;
1. Studi Perkembangan
2. Studi Kasus
3. Studi kemasyarakatan
4. Studi Perbandingan
5. Studi Hubungan
6. Studi Waktu dan Gerak.
7. Studi Kecendrungan
8. Studi Tindak Lanjut
9. Analisis Kegiatan
10. Analisis Isi atau Dokumen
11. Penelitian Laporan Diri (Self-Report Research)
12. Studi Sosiometrik (sociometric Study)
13. Penelitian Korelasi
Metode deskriptif mempunyai beberapa kriteria pokok, yang dapat dibagi atas kriteria umum dan kriteria khusus. Dalam metode deskriptif juga terdapat sebelas langkah-langkah yang harus diperhatikan oleh seorang peneliti yang menggunakan metode ini.
Terdapat perbedaan pendapat tentang metode deskriptif terutama dalam hubungannya dengan metode survei. Ada yang memandang sama dan ada juga yang membedakannya. Mereka yang memandang sama ada yang lebih suka menggunakan metode deskriptif, tetapi ada juga yang lebih suka menggunakan metode survei.
Terdapat tiga cara dalam memperoleh informasi deskriptif, yaitu:
1. Dengan meminta kepada orang atau suatu kelompok untuk memberikan informasi penting.
2. Dengan mengumpulkan informasi deskriptif adalah melalui pengamatan
3. Dengan menggunakan alat-alat atau instrument

3.2 Saran (berhubungan dengan simpulan)
Mempelajari metode penelitian desklriptif serta memahaminya adalah merupakan hal yang sangat penting, hal ini dikarrenakan metode ini adalah yang paling sering digunakan oleh para peneliti, khususnya dalam ilmu sosial.
Diharapkan kepada seluruh mahasiwa khususnya dan orang lain pada umumnya untuk dapat mengerti damn memahami tentang pengertian metode deskriptif, ciri-cirinya, jenis dan langkah langkahnya, kriteria yang dimiliki metode ini serta hubungan dan perbedaannya dengan metode survei sekaligus cara-cara pemerolehan informasi metode ini.







DAFTAR PUSTAKA

Consuelo, G. Sevilla, dkk. 1981. Pengantar metode penelitian. Malang: Intan pariwara.

http://bilalkah.blogspot.com/2009/03/jenis-jenis-penelitian_06.html

http://ardhana12.wordpress.com/2008/02/27/penelitian-deskriptif/

Moh. Nazir. 2005. Metode penelitian .Jakarta: Galia Indonesia.

Nawawi, Hadari. Dkk. 1994. Penelitian Terapan. Yogyakarta: Gajah Mada Press

Suryabrata, Sumadi. 2005. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT Raja Grafindo.

Sukardi. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Syaudih, Nana Sukmadinata. 2007. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Surkhmad, Winarno. 1994. Pengantar Penelitian Ilmiah. Bandung: Tarto.

Vredenbregt. J. 1978. Metode dan Teknik Penelitian Masyarakat. Jakarta: Gramedia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar